Mempelajari Aksara Lontarak

Buku ini berisikan tentang bagaimana cara memakai bahasa bugis dengan benar sesuai kaidah bugis yang benar. Sesuai dengan Judulnya, kita dapat mempelajari cara memakai ejaan Lontara dengan benar - DeaZ.

Morfologi dan sintasi Bahasa Bugis

Buku yang saya temukan di lemari rumah ntah apa isinya yang jelas buku ini sangat baik untuk kita pelajari dan buku ini juga membahas tentang tanah OGI - DeaZ

Kamus Bahasa Bugis

Tak kalah Pnetingnya kita tidak boleh lupa akan hal-hal yang sepeleh. jangan lupakan sesuatu yang telah di ajarkan sejak dari kecil, JANGAN LUPAKAN BAHASAMU SENDIRI - DeaZ

I LA GALIGO

I La Galiogo Merupakan Cirita Bugis kuno yang akan kita simat bermasa. Apa-apakah itu, masih banyak hal yang beluk kita ketahui. Olehnya itu mari kita Simak buku ini - DeaZ.

Materi SMP - Ada Pappaseng

Banyak verita yang dapat kita ambil hikmahnya di buku ini. Cuman, apakah kita masih bisa membaca buku ini. apakah kita masih tau' membaca aksara Lontarak....??? - DeaZ

Tampilkan postingan dengan label Kue Bugis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kue Bugis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Maret 2013

Anrena Tau Ogie : Cangkuneng

Anre-anrena tau Ogie, biasae nanre akku engka acara. botting, appanololon, dsb...
Artinya
Makanan orang Bugis, Biasa di sajikan dikalau ada acara seperti : Pengantin, Akikah dsb.....


Cangkuneng
KUE BUGIS KETAN HITAM

Bahan Kulit:
--------------
* 200 gr tepung ketan hitam
* 30 gr tepung ketan putih
* 1 sdt garam
* 50 gr gula pasir
* 125 ml santan
* daun pisang

Isi:
----
* 100 gr kelapa setengah tua, kupas parut
* 100 gr gula pasir
* 2 lbr daun pandan, cabik-cabik
* 100 ml air

Kuah:
-------
* 250 ml santan
* 1/2 sdt garam
* 1 sdt tepung beras

Cara Membuat:
-----------------
1. Kulit: campur tepung ketan bersama garam, dan gula pasir.
2. Uleni sambil dituangi santan sedikit demi sedikit sampai kalis dan dapat dipulung.
3. Bagi adonan menjadi 20 bagian, sisihkan.
4. Isi: taruh kelapa parut, gula pasir, daun pandan, dan air dalam wajan.
5. Masak dengan api kecil sambil sekali-sekali diaduk sampai matang.
6. Angkat bagi menjadi 20 bagian.
7. Kuah: campur santan, garam, dan tepung beras, aduk rata.
8. Masak sambil diaduk sampai kental.
9. Ambil 1 bagian adonan kulit, pipihkan, isi dengan 1 bagian adonan isi, bulatkan.
10. Ambil selembar daun pisang taruh bulatan adonan dan beri 1 sdm adonan kuah.
11. Bungkus bentuk kerucut, sematkan dengan lidi.
12. Kukus sampai matang selama 15 menit.


Bahan diatas dapat di sajikan untuk 15 orang. Jadi, Sesuaikan dengan kondisinya yach.....

"ankkammai maelo moti manre beppa tauwede na cappuni beppae...."
Artinya :
"jangan sampai masih mau makan kue orang tapi udah habismi kue...."


Sebetullnya itu bukan "CANGKUNENG" . Cangkoneng itu bahasa kasarnya, bahasa yang selalu di pakai setiap hari. Bahasa halusnya itu " CANGKUNING"......
jadi apabila memakali bahasa bugis "pakanjakiwi di'' ( Perbagus )..... - DeaZ

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More